Satu Langkah Nyata Mematahkan Seribu Macam Opini “Mulailah Menulis”



Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan berpendapat di muka umum. Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan di muka umum adalah dihadapan orang banyak, atau orang lain tennasuk juga di tempat yang dapat didatangi dan atau dilihat setiap orang. Maka siapapun berhak secara bebas menyampaikan pendapat ataupun opininya, termasuk juga para mahsiswa yang di nilai memiliki banyak pemikiran kritis mengenai berbagai macam hal. Mahasiswa juga dituntut mampu memberikan solusi mengenai apa yang di opinikannya.

Banyak mahasiswa kurang percaya diri untuk menyuarakan opininya, bahkan ada yang takut untuk melakukan hal tersebut di karenakan hal-hal yang seharusnya tidak perlu di takuti. Seperti halnya yang terjadi pada saudara kita Prita Mulyasari yang akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah dia menyuarakan opini mengenai kinerja buruk Rumah Sakit Omni Internasional dan kasus-kasus serupa yang menciptakan citra buruk hukum negeri ini. Sehingga banyak mahasiswa ragu-ragu dan takut ketika akan menyuarakan opininya. Mereka takut jika nanti nasibnya akan seperti yang di alami Prita Mulyasari. Karena Undang-Undang yang dibanggakan tidak mampu menjamin mereka lagi.

Namun hal yang paling mendasari kenapa mahasiswa ragu-ragu untuk menyuarakan opininya adalah karena mereka tidak memiliki rasa percaya diri akan kemampuannya untuk beropini, apalagi beropini melalui media masa seperti beropini di koran. Beropini di koran di identikan dengan kegiatan menulis. Mahasiswa yang tidak memiliki rasa percaya diri menganggap dirinya tidak bisa menulis, hal tersebut sebenarnya dikarenakan mereka tidak pernah mencoba dan memulai menulis. Kalau pun pernah mencoba tak berani mengulanginya lagi karena beribu-ribu alasan.

Oleh karena itu hal yang paling penting ketika mahasiswa ingin beropini dalam koran adalah mereka harus belajar mengkonversikan apa yang ada dalam fikirannya ke dalam bentuk tulisan. Proses konversi tersebut adalah sebuah langkah “step by step”, tidak serta merta kita dapat menguasainya. Ingatlah ketika kita kecil saat kita pertama kali belajar untuk mengendarai sepeda. Betapa susahnya berulang kali jatuh, berulang kali juga terluka. Proses belajar mengendarai sepeda tersebut juga merupakan sebuah langkah “step by step”. Bila kita berkomitmen dan konsisten, maka langkah tersebut dapat kita lalui dengan mudah.

Media masa seperti koran ataupun yang lainnya mempunyai peranan sangat penting terhadap dunia ini, terlebih dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia dengan segala aspek yang melingkupinya. Dunia juga mempunyai peranan sangat penting untuk mempengaruhi media masa tersebut dalam kiprahnya. Oleh karenanya, dalam komunikasi melalui media massa, media massa dan manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media masa membutuhkan berita dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya; di lain pihak, manusia membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam hal tersebut maka media masa membutuhkan manusia-manusia berkompeten seperti para mahasiswa untuk dapat membantu memaksimalkan fungsinya, salah satunya menampung berbagai macam opini dari mereka.

Begitu banyak ruang yang di sediakan media masa untuk menampung aspirasi mahasiswa. Media massa merupakan sarana persuasi yang efektif dan efisien dengan waktu yang cepat dan beaya yang relatif murah. Oleh karena itu mahasiswa seharusnya memanfaatkan keuntugan-keuntungan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mahasiswa harus mampu membuktikan bahwa dirinya tidak hanya sekedar pengkonsumsi opini orang lain, tetapi sebagai produsen opini. Mampu mempengaruhi orang lain dengan opininya. Dalam bidangnya sebagai mahasiswa, mereka juga harus mampu menjadi pencetus teori baru. Langkah awal dengan sering beropini di media masa ini dapat di jadikan sebagai pengasah kemampuannya, sebagai modal awal untuk menjadi mahasiswa yang berpengaruh.

Langkah nyata yang harus mahasiswa lakukan adalah memulai menulis dan rasakan kesulitan-kesulitannya. Lalu teruslah menulis, dan terus menulis, dan yakinkan diri bahwa kita bisa menulis, teruslah belajar dan mengasah kemampuan yang ada. Menulis sesuatu yang menarik dan bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain tentunya. Teruslah berusaha menambah wawasan dan pengetahuan untuk dapat membantu memahami bagaimana cara menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan.

Note: Di Ikutkan dalam Lomba Essay UNS

Untung Waluyo

Untung Waluyo is a BEng candidate from One of Yogyakarta Universites. He is interest in the field of Renewable Energy and Smart House System.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar